d. Sustainable Palm Oil

Perbandingan RSPO Vs ISPO

RSPO
ISPO
Standar yang disusun oleh asosiasi nirlaba pemangku kepentingan terkait kelapa sawit atas desakan konsumen Uni Eropa. Di luar Uni Eropa, belum ada tuntutan konsumen untuk menerapkan sustainability seperti RSPO.
Standar yang mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.19/Permentan/ OT.140/3/2011 tanggal 29 Maret 2011 yang diterbitkan dalam rangka pemenuhan sustainability sebagai amanah UUD 1945.
RSPO bersifat voluntarily (sukarela), sehingga kurang kuat penegakannya (enforcement), dan tidak berbasis peraturan pemerintah .
ISPO adalah mandatory (wajib bagi seluruh perusahaan kelapa sawit di Indonesia)· Penegakannya kuat (enforcement) , karena didasarkan atas peraturan dan ketentuan Pemerintah .
Seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia wajib menaati ketentuan ISPO mulai dari hulu (kebun) hingga hilir (pengolahan hasil) paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014
Tidak ada prasyarat bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit  untuk sertifikasi RSPO.
Ada prasyarat yakni penilaian usaha perkebunan (Kelas I, Kelas II, dan Kelas III) hanya yang dapat mengajukan permohonan sertifikasi ISPO.
RSPO memiliki 8 prinsip, 39 kriteria dan 139 indikator (65 indikator mayor dan  74 indikator minor).
ISPO memiliki 7 prinsip, 41 kriteria dan 126 indikator. Tidak ada indikator mayor dan minor, karena seluruh indikator merupakan hal hal yang diminta oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, sehingga bersifat wajib dipenuhi.
About these ads

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) of Plantations

Diskusi

2 thoughts on “Perbandingan RSPO Vs ISPO

  1. Sejauh ini penerapan sertifikasi ISPO sudah sampai mana pak ? apakah pemerintah dan Perkebunannya itu sendiri sudah mempersiapkan untuk itu…
    Dan yang paling penting adalah keuntungan bagi perkebuanan itu sendiri bagaimana ?

    Posted by Edy Widodo | 1 Maret 2013, 7:55 am
    • ISPO DI bAKRIE…sdh Pra Audit,Pa..Kmrn bulan desember 2012…bulan April 2013…target sertifikasinya…klo kesiapan pemerintah kelihatannya belum spenuhnya siap,tuh…Penilaian Perkebunan saja, masih banyak yg belum keluar kelas kebunnya sprt di SUMUT…perkebunannya sendiri, tentunya banyak yg tdk siap …31 desember 2014, batas akhir SERTIFIKASINYAnya….Sebenarnya, keuntungan secara sisi bisnis, masih belum jelas…misal adanya kemudahan usaha atau apa…tapi secara tanggungjawab sosial dan lingkungan, ini merupakan kewajiban bagi pelaku industri untuk menerapkan kriteria ISPO yg diadopsi dari regulasi yg ada…

      Posted by andi wahyudin | 1 Maret 2013, 9:28 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 813 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: