e. QHSE Integrated

Komitmen HSE

Komitmen HSE berisi tujuan, harapan dan cita-cita perusahaan. Komitmen tersebut tertuang dalam kebijakan HSE perusahaan dimana Inti komitmen tersebut berupa ” MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA serta MENCEGAH PENCEMARAN LINGKUNGAN DALAM KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN “. Sungguh indah komitmen tersebut.

Namun, membangun komitmen untuk dapat difahami dan dilaksanakan oleh seluruh komponen dalam sebuah perusahaan, tidaklah mudah. Dalam mewujudkan komitmen itu, membutuhkan pengorbanan baik investasi fikiran, waktu, tenaga dan  biaya. Dari kesemua pengorbanan tersebut, BIAYA adalah pengorbanan/investasi yang biasanya paling berat untuk dipenuhi. Kalau sudah berbicara tentang biaya / uang, ini menjadi masalah setiap perusahaan. Artinya perusahaan akan memilah dan memilih alokasi biaya yang harus dikeluarkan. Jika dianggap tidak perlu atau kurang perlu, pasti akan terganjal dalam melaksanakan komitmen tersebut.

Sering terjadi salah kaprah dilakukan oleh manajemen perusahaan. Atas nama EFISIENSI ( red: PELIT ) , maka diabaikanlah standar-standar yang ada. Padahal kalau mau menerapkan HSE, banyak standar yang harus dipenuhi. Harus Pelatihan ini….pelatihan itu….Harus beli ini…beli itu…Harus buat instalasi ini…Instalasi itu…Harus Bangun ini…Bangun itu….Yang kesemuanya WAJIB dipenuhi karena itu standar HSE….Standar peraturan…Standar keselamatan…Standar kesehatan….Standar lingkungan. Memang tidak semua manajemen perusahaan bersikap seperti itu. Namun, saya yakin sebagian besar perusahaan bersikap seperti itu…Karena masalah umum perusahaan adalah faktor cashflow keuangan mereka.

Sebagai orang yang berkecimpung dibidang HSE, saya sendiri berpendapat bahwa tugas dan tanggungjawab bidang HSE adalah SANGAT MULIA. Sama seperti para ahli ulama, yang menyampaikan kebenaran, mengajak manusia untuk keselamatan dunia dan akherat. Maka, dari itu kita membutuhkan kesabaran untuk mengajak mereka yang belum peduli, tidak berkomitmen terhadap HSE. Kita sebagai praktisi HSE haruslah mempuyai kecerdasan spiritual yang baik, bukan hanya kecerdasan intelektual ataupun emosional karena manajemen yang terbaik, adalah manajemen spiritual dimana setiap pekerjaan yang kita lakukan didasarkan kepada mencari ridhoNya untuk kebahagiaan di dunia dan akherat.

“Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan kerugian yang nyata kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran ” ( QS Al-asr1-3)

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: