3. QHSE Opinion

BAKRIE SUSTAINABILITY MANAGEMENT (BSM)

Versi pdf, Klik disini

PENDAHULUAN

Adalah sebuah kebanggaan bagi diri saya, dapat bekerja di sebuah perusahaan besar yakni di PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk Kisaran Sumatera Utara (BSP). BSP merupakan salah satu anak perusahaan GROUP BAKRIE yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet serta bidang Oleochemical. Saya sendiri sebagai karyawan di bagian Quality Control Department Pabrik Karet Bunut sejak tahun 2006.

Ketika mengetahui informasi melalui facebook mengenai lomba blog tentang : “ Seandainya Saya jadi CEO GROUP BAKRIE…”, saya pun tertarik untuk mengikutinya. Selain untuk melatih kemampuan menulis, saya berharap ide-ide dalam tulisan ini dapat menjadi masukan yang bermanfaat untuk kemajuan BAKRIE GROUP. Tentunya, sebagai salah seorang karyawan Bakrie, saya ingin perusahaan ini semakin sukses ke depannya.

Baiklah…., saya akan coba memaparkan strategi, seandainya saya menjadi CEO GROUP BAKRIE. Mudah-mudahan Pa Anindya Bakrie bisa mempromosikan saya sebagai salah satu CEO-nya nanti. … hehehehehe … NgarepNgayal.com

Menjadi CEO BAKRIE GROUP tidaklah mudah, diperlukan ketajaman naluri bisnis ( Business Instinct ) yang baik untuk memetakan, mencari peluang dan menemukan strategi bisnis (Business Strategic) yang tepat untuk kemajuan perusahaan. GROUP BAKRIE dengan anak perusahaan seperti PT. Bakrie Sumatera Plantations tbk, PT. Bakrie Telekom Tbk, PT. Bumi Resources Tbk, PT. BakrieLand Tbk dan lainnya, tentunya mempunyai karakteristik bisnis yang berbeda. Sebagai CEO, langkah pertama yang akan saya lakukan adalah membuat standarisasi manajemen di GROUP BAKRIE. Standarisasi manajemen tersebut, akan mempermudah CEO dalam mengelola perusahaan dari mulai perencanaan, pengendalian dan evaluasi untuk strategi operasional yang dijalankan.

Adapun standarisasi manajemen yang saya akan berlakukan, yakni tentang konsep Keberlanjutan (Sustainability) yang disebut Manajemen Keberlanjutan Bakrie ( Bakrie Sustainability Management / BSM )

Apa itu BSM ?

”Pembangunan berkelanjutanadalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan . ( UU RI no 32 Tahun 2009 – Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup )”

Konsep pembangunan berkelanjutan ( sustainable development ) menjadi suatu keharusan untuk diterapkan saat ini, dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks problematikanya. Sekarang, setiap perusahaan bukan hanya dituntut mencapai kinerja ekonomi yang baik yakni dengan indikator keuntungan finansial yang optimum. Namun, juga dituntut untuk mencapai kinerja lingkungan dan sosial yang baik. Perusahaan yang ingin eksis dan terus berlanjut, harus mampu menunjukan kinerja ekonomi terintegrasi dengan kinerja lingkungan dan sosial secara memuaskan.

Bakrie Sustainability Management (BSM) adalah tata kelola perusahaan GROUP BAKRIE yang meletakan konsep dasar keberlanjutan dalam setiap strategi bisnis di unit usahanya. BSM merupakan perpaduan tata kelola yang mempunyai prinsip-pinsip manajemen keberlanjutan yang mengadopsi sistem manajemen standar nasional mapun internasional seperti Sistem Management Mutu (ISO 9001), Sistem Management Lingkungan (ISO 14001), Occupational Health & Safety Assesment Series (ISO 18001), Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ), Sustainable Palm Oil (baik RSPO / ISPO), ISO 26000 – Guidance on Social Responsibility dan sistem lainnya.

Inti dari BSM adalah setiap strategi bisnis yang ditetapkan oleh BAKRIE GROUP mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial.

1.       Aspek EKONOMI

Kreatifitas dan Inovasi ide dalam strategi bisnis, harus mampu memberikan nilai tambah (Value Added) sehingga memberikan keuntungan financial yang optimum bagi GROUP BAKRIE.

2.       Aspek LINGKUNGAN

Dalam operasional perusahaan. GROUP BAKRIE harus memperhatikan aspek lingkungan, CEO dan manajemen teamnya berkomitmen untuk menjadikan GROUP BAKRIE sebagai perusahaan yang ramah lingkungan (Environmental Friendly).

3.       Aspek SOSIAL

GROUP BAKRIE memberikan perhatian yang baik mengenai kebutuhan karyawan akan kesejahteraan, kenyamanan, kesehatan dan keamanan,. GROUP BAKRIE juga berusaha untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan.

Penerapan BSM di PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk

BSM harus menjadi acuan bagi manajemen team dari setiap anak perusahaan GROUP BAKRIE dalam menyusun strategi bisnisnya. Anak perusahaan GROUP BAKRIE dapat berbeda dalam jenis usahanya tetapi satu dalam konsep manajemen yang diimplementasikan yakni Bakrie Sustainability Management.

Sebagai contoh, saya sebagai CEO GROUP BAKRIE akan memberikan analisis SWOT untuk  PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk , bagaimana BSM diterapkan dalam menyusun strategi bisnis.

Sebelum menetapkan strategi bisnis perusahaan, maka saya akan membuat analisis SWOT yang akan mempermudah dalam membaca situasi perusahaan dan dapat menetapkan strategi yang akan ditetapkan. Analisa SWOT adalah suatu bentuk metode untuk menganalisa kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity)  dan ancaman (Threat) yang ada pada suatu perusahaan. Analisa SWOT diawali dengan suatu temuan permasalahan yang dihadapi perusahaan, temuan tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan prinsip SWOT. Dengan adanya analisa tersebut, perusahaan mampu memaksimalkan kekuatan internal perusahaan dan peluang yang ada, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman yang ada agar tidak menghalangi pencapaian tujuan atau target yang ingin dicapai.

PROSPEK CERAH INDUSTRI PERKEBUNAN

Bidang usaha perkebunan/agrobisnis merupakan favorite di masa depan. Hal ini dikarenakan sumber daya yang dieksploitasi merupakan sumber daya terbarukan (Renewable Resources). CEO GROUP BAKRIE harus memperkuat sektor di bidang ini karena masih banyak peluang pengembangan.

Pengembangan dan ekspansi perkebunan kelapa sawit dan karet harus terus diupayakan. Jikakalau sekarang, areal perkebunan PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk sudah mencapai ± 130.000 ha, di tahun-tahun mendatang agar bisa diperluas lagi.. Selain itu, industri hilir untuk produk Crude Palm Oil (CPO) masih belum banyak digarap oleh perusahaan di Indonesia. Padahal jenis industri kelapa sawit spektrumnya sangat luas, hingga lebih dari 100 produk hilir yang telah dapat dihasilkan pada skala industri. Namun, baru sekitar 23 jenis produk hilir (pangan dan non pangan ) yang sudah di produksi secara komersial di Indonesia (Reference : Peraturan Menteri Perindustrian RI no. 13/M-IND/PER 1/2010)

Adapun analisis SWOT untuk PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk sebagai berikut :

  FAKTA STRATEGI BISNIS
Strength

( Kekuatan )

Pengalaman dalam operasional di bidang agrobisnis selama lebih dari 100 tahun.

 

Memperluas/ekspansi areal perkebunan kelapa sawit dan karet seperti di pulau Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Jikalau memungkinkan ekspansi dilakukan di luar Indonesia.

(ASPEK EKONOMI)

Citra positif sebagai perusahaan yang berstandar International seperti dengan mendapat sertifikat ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3.

Menstandarisasi  unit bisnis yang ada di BSP untuk melakukan sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3.

(ASPEK EKONOMI, LINGKUNGAN DAN SOSIAL)

Weakness

( Kelemahan )

Kemampuan Modal yang Terbatas

 

Mencari investor baru dan atau kredit Bank yang mempunyai pinjaman lunak.

(ASPEK EKONOMI)

Sumber Daya Manusia yang Terbatas

 

Memperkuat Universitas Bakrie yang telah ada, dengan memasukan jurusan pertanian/agrobisnis setara S.1. Hal ini akan mencetak tenaga-tenaga handal di bidang perkebunan yang siap pakai dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

(ASPEK EKONOMI)

Opportunities

( Peluang )

Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit

 

Melakukan diversifikasi bidang agrobisnis dengan memperkuat industi hilir seperti produk minyak goreng , margarine, kosmetik, sabun dan lain-lainnya.

(ASPEK EKONOMI)

Penggalakan untuk mencari sumber energi alternative yang terbarukan.

Membangun pabrik Biodiesel dengan bahan baku CPO untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia.

(ASPEK EKONOMI)

Threats

( Ancaman )

Adaya issue negative / black campaign bahwa industri kelapa sawit menyebabkan kerusakan lingkungan dan hilangnya hak-hak sosial masyarakat.

Melaksanakan operasional perkebunan dengan standar Sustainable Palm Oil (SPO) baik Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ataupun Indonesian Sustainability Palm Oil (ISPO) seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia no. 19/Permentan/OT. 140/ 3/2011 Tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.

(ASPEK LINGKUNGAN DAN SOSIAL)

Tetap berkomitmen dalam melaksanakan Program Corporate Social Responsibility / CSR sesuai  dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.47 Tahun 2012 Tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, serta mengalokasi budget sebesar 1.5% dari keuntungan setiap tahunnya.

(ASPEK LINGKUNGAN DAN SOSIAL)

Memoratorium Pemerintah tentang Larangan Pembukaan Hutan untuk Kelapa Sawit melalui Instruksi Presiden / Inpres no 10 Tahun 2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

Koordinasi dengan GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) untuk minta kepada pemerintah dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit.

(ASPEK EKONOMI)

Dari contoh analisis SWOT diatas, terlihat bagaimana strategi bisnis yang ditetapkan mencakup aspek Ekonomi, Lingkungan dan Sosial yang merupakan 3 pilar keberlanjutan perusahaan.

Dalam BSM juga dijelaskan bahwa dalam menetapkan Key Performance Indicator (KPI) untuk tujuan strategis (Strategic Objective) harus dibuat secara “ SMART “ yaitu :

  • Specific           : harus mentargetkan area khusus untuk pengembangan/perbaikan
  • Measureable : harus dapat dikuantifikasi atau paling tidak dapat dibuat indikator untuk mengukur  kemajuan
  • Achieveable   : harus dapat dicapai dengan sumberdaya yang ada
  • Relevant        : KPI harus memiliki hubungan ke Tujuan Strategis (Strategic Objectives)
  • Time Bound  : harus jelas kapan hasil dapat dicapai

Perlunya “ SMART ” dikarenakan dalam penetapan tujuan strategis, jangan sampai membebani GROUP BAKRIE karena misal tujuan/target tidak realistic dan sulit untuk dicapai karena dukungan financial yang tidak memadai. Maka disini, sebagai seorang CEO , saya akan membuat ROAD MAP / GRAND DESIGN perusahaan.

Saya kira contoh penerapan BSM di PT. Bakrie Sumatera Plantations tbk diatas, sudah cukup memberi gambaran bagaimana BSM digunakan dalam penetapan strategi bisnis di BAKRIE GROUP.

Penutup

Bakrie Sustainability Management (BSM) adalah tata kelola perusahaan GROUP BAKRIE yang meletakan konsep dasar keberlanjutan dalam setiap strategi bisnis (Strategic Business) di unit usahanya. Keberlanjutan GROUP BAKRIE  adalah suatu keharusan untuk keberlanjutan berkarya  sesuai dengan slogan : BAKRIE UNTUK NEGERI.

Semoga GROUP BAKRIE di usianya yang menginjak 70 tahun ini,  selalu berlanjut dalam kesuksesan, semakin jaya dan tangguh dalam mengarungi samudera kehidupan yang semakin menantang untuk dilalui. Amin.

Kisaran, 16 Juni 2012

Salam Keberlanjutan,

ANDI WAHYUDIN

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: