a. ISO 9001

Manajemen Representative / MR ISO

Dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu – QMS ISO 9001 : 2008, organisasi / perusahaan wajib menunjuk seorang anggotanya untuk menjadi perwakilan manajemen / Management Representative / MR. Hal ini untuk memenuhi klausul 5.5.2 ISO 9001:2008 sebagai berikut :

Top manajemen harus menunjuk seorang anggota manajemen organisasi dimana, di luar tanggung jawab lainnya, harus memiliki tanggung jawab dan wewenang termasuk

a). memastikan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu yang telah ditetapkan, diterapkan dan dipelihara,

b). melaporkan kepada top manajemen tentang kinerja (performance) sistem manajemen mutunya dan kebutuhan apa pun untuk perbaikannya,dan

c). memastikan untuk tumbuhnya kesadaran tentang persyaratan pelanggan di seluruh organisasi.

Yang perlu ditekankan disini bahwasanya : MR haruslah ditunjuk oleh Manajemen Puncak dan termasuk anggota dari manajemen organisasi ( dalam ISO 9001 : 2000, seorang MR bisa ditunjuk diluar organisasi ). Hal ini mempertimbangkan bahwa seorang MR harus memahami budaya kerja organisasi dimana ia tergabung, dengan harapan mampu dengan optimum berinovasi demi kemajuan organisasi.
Dilihat pula dari sisi kewenangan (power) dan pengaruh (influence) terhadap anggota organisasi lainnya. Sebagai anggota manajemen dengan kewenangannya, seorang MR diharapkan lebih mudah dalam menjalankan perannya sesuai persyaratan ISO 9001. Idealnya seorang MR mempunyai jabatan manager atau jabatan yang setara dengan manager. Makin tinggi jabatan MR, semestinya makin  baik penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 di perusahaan.

Mari kita dilihat Tanggungjawab dan Wewenang seorang MR ISO secara keseluruhan :

  1. Ditunjuk oleh manajemen puncak perusahaan.
  2. Bertanggung jawab dalam memastikan proses-proses yang dibutuhkan dalam sistem manajemen perusahaan ditetapkan, diimplementasikan dan dipelihara.
  3. Bertanggung jawab dalam merencanakan dan memantau program Audit Internal.
  4. Bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mengelola program-program untuk perbaikan sistem manajemen perusahaan.
  5. Bertanggung jawab untuk melaporkan kepada manajemen puncak tentang kinerja sistem manajemen perusahaan dan peluang untuk melakukan perbaikan.
  6. Bertanggung jawab untuk mensosialisasikan kesadaran akan pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan pada seluruh karyawan.
  7. Berwenang untuk mewakili manajemen puncak berhubungan dengan pihak luar yang berkaitan dengan penerapan sistem manajemen perusahaan.

Moga bermanfaat,

Salam Peduli Mutu,

 

Andi wahyudin

Praktisi Sistem Manajemen QHSE & Laboratorium

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: