b. ISO 14001

MANAJEMEN PERSAMPAHAN

SAMPAH menjadi salah satu permasalahan yang tak kunjung selesai penanganannya di Indonesia. Di hampir seluruh didaerah, sampah hanya di timbun di area terbuka / open dumping. Manajemen Persampahan, klo boleh saya sebut seperti itu, masih sangat buruk dilaksanakan pemerintah. Hampir minim teknologi persampahan yang diaplikasikan. Faktor komitmen pemerintah yang dibarengi dengan ketidakpedulian masyarakat menjadi faktor utama yang menyebabkan sampah masih terus bermasalah.

Pemerintah Indonesia, baru-baru ini meluncurkan peraturan terbaru yakni PP no. Tahun 2012 tentang Pengeloaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Klik disini untuk download. Dengan peraturan tersebut, kita mengharapkan bahwa ada perbaikan dalam manajemen persampahan di Indonesia. AMIN.

Mengenai SAMPAH atau juga dikenal limbah yang biasa kita jumpai, mempunyai jenis sebagai berikut :

Pertama : Limbah Organik

Limbah  organik  memiliki  defenisi  berbeda  yang  penggunaannya  dapat  disesuaikan dengan tujuan penggolongannya. Berdasarkan pengertian secara kimiawi limbah organik merupakan segala limbah yang mengandung unsure karbon (C), sehingga meliputi limbah dari mahluk hidup (misalnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, dan sisa-sisa tumbuhan mati),  kertas, plastic, dan karet. Namun, secara teknis sebagian besar orang mendefinisikan limbah  organic  sebagai  limbah  yang  hanya  berasal dari mahluk hidup (alami) dan sifatnya mudah busuk. Artinya, bahan-bahan organic alami namun sulit membusuk/terurai, seperti kertas, dan bahan organic sintetik (buatan) yang juga sulit membusuk/terurai, seperti plastik dan karet, tidak termasuk dalam limbah organic. Hal ini berlaku terutama ketika orang memisahkan limbah padat (sampah) di tempat pembuangan sampah untuk keperluan pengolahan limbah.

Limbah organic yang berasal dari mahluk hidup mudah membusuk karena pada mahluk hidup terdapat unsure karbon (C) dalam bentuk gula (karbohidrat) yang rantai kimianya relative sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi bagi mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Hasil pembusukan limbah organic oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH4) yang juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan.

Kedua : Limbah Anorganik

Berdasarkan pengertian secara kimiawi, limbah organik meliputi limbah-limbah yang tidak mengandung unsur karbon, seperti logam (misalnya besi dari mobil bekas atau perkakas, dan aluminium dari kaleng bekas atau peralatan rumah tangga), kaca, dan pupuk anorganik (misalnya yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor). Limbah-limbah ini tidak memiliki unsur karbon sehingga tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Seperti halnya limbah organik, pengertian  limbah  organik  yang  sering  diterapkan  di lapangan  umumnya  limbah  anorganik dalam bentuk padat (sampah). Agak sedikit berbeda dengan pengertian di atas secara teknis, limbah anorganik didefinisikan sebagai segala limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai. Dalam hal ini, bahan organik seperti plastic, kertas, dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah anorganik. Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsure karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer).

Ketiga : Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya  atau  beracun  yang sifat   dan  konsentrasinya,   baik   langsung maupun  tidak  langsung,   dapat  merusak  atau mencemarkan  lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah.

B3 antara  lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli   bekas yang  memerlukan  penanganan  dan  pengolahan khusus. Bahan-bahan  ini  termasuk  limbah  B3  bila  memiliki  salah  satu atau lebih karakteristik   berikut:   mudah  meledak,   mudah  terbakar,  bersifat   reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

3 thoughts on “MANAJEMEN PERSAMPAHAN

  1. mas ada contoh sistem QSHE untuk perusahaan cleaning service ga?

    Posted by awan | 6 Desember 2012, 7:57 am
  2. salam kenal mas…
    sejatinya kalo mau “Berpedoman dengan peraturan perundangan”, maka
    pemilahan sampah harusnya dibagi menjadi lima jenis sampah.
    hal tersebut tertuang di Permen PU.
    sayangnya contoh pelaksanaannya belum ada.
    habisnya si yang punya aturan, pemerintah dan aparat penegak hukum pada males Melaksanakannya…
    Atau mungkin pada gak tau kalo ada aturannya…
    atau pura-pura gak tau…
    yah gitu deh pemerintah kita.
    ahahaha, jadi ngomongin pemerintah sama aparat.
    tapi salut buat perusahaan anda….
    sayang pemerintah gak pernah peduli sikap peduli lingkungan…
    Perusahaan anda mesti IZIN nya tetap MBAYAR toh ahahaha

    Posted by sollcup | 3 September 2015, 9:48 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: