b. ISO 14001

Baku Tingkat Kebauan

bauAssalamualaikum….Bagaimana kabar rekan2 semua? semoga selalu sehat, selamat, banyak rejeki dan mendapat keberkahan lainnya dari ALLAH SWT. Hari ini, aku coba share mengenai topik Baku Tingkat Kebauan. Tentunya, rekan2 yang bekerja di pabrik, biasanya mencium bau khas di area tempat kerja misal di Instalasi Pengolahan Air Limbah. Seperti saya, yang sehari-hari bekerja di area pabrik karet, tercium bau karet yang khas…Terkadang harus tutup hidung🙂 Langsung aja,ya…

Bau adalah suatu rangsangan dari zat yang diterima oleh indera penciuman. Sedangkan kebauan adalah bau yang tidak diinginkan dalam kadar dan waktu tertentu yang dapat mengganggu kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.

Sumber bau atau zat odoran adalah setiap zat yang dapat menimbulkan rangsangan bau pada keadaan tertentu. Zat odoran tersebut dapat berupa zat tunggal maupun campuran berbagai macam senyawa. Bau menjadi perhatian utama dalam pengolahan air limbah berkenaan dengan penerimaan masyarakat. Banyak proyek atau fasilitas pengolahan yang ditolak dikarenakan ketakutan masyarakat akan bau yang mungkin timbul.

Bau dalam limbah domestik biasanya disebabkan oleh gas yang dihasilkan dari dekomposisi zat organik ataupun substansi yang masuk kedalam air limbah. Limbah cair industri dapat mengandung senyawa yang berbau ataupun senyawa yang menghasilkan bau selama proses pengolahan limbah cair.

Pengendalian bau sangat penting dalam pertimbangan desain, operasi, pengolahan dan pembuangan karena terkait dengan estetika.  Efek bau bagi manusia secara psikologi dapat menyebabkan stress dan akhirnya merusak tubuh. Bau dapat menyebabkan berkurangnya nafsu makan, mengurangi konsumsi air, sesak nafas, mual dan muntah.

Senyawa Yang Menghasilkan Bau Dalam Air Limbah Yang Tidak Diolah

Senyawa Formula Kimia Kualitas Bau
Amina CH3NH2, (CH3)3H Anyir
Ammonia NH3 Berbau amonia
Diamin NH2(CH2)4NH2, NH2(CH2)5NH2 Daging Busuk
Hidrogen Sulfida H2S Telur Busuk
Merkaptan ( metil, etil ) CH3SH, CH3(CH2)SH Kubis Busuk
Merkaptan ( butil, crotil ) (CH3)3CSH, CH3(CH2)3SH Binatang Bau
Organik Sulfida (CH3)2S, (C6H5)2S Kubis Busuk
Skatole C9H9N Bahan Fecal

Dalam regulasi yang berlaku di Indonesia, masalah Baku Tingkat Kebauan diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no 50 Tahun 1996. Sebagai berikut :

1. Bau dari Odoran Tunggal

image002

Catatan : ppm = satu bagian dalam satu juta

2. Bau dari Odoran Campuran

Tingkat kebauan yang dihasilkan oleh campuran odoran dinyatakan sebagai ambang bau  yang dapat dideteksi secara sensorik oleh lebih dari 50 % anggota penguji yang berjumlah minimal 8 (delapan) orang.

Moga Bermanfaat,

Salam QHSE

Andi wahyudin

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: