b. ISO 14001

Indikator Lagging & Leading dalam Kinerja Lingkungan

Tak terasa, sudah seminggu lebih di bulan Januari tahun 2013. Lama tak menyapa lewat blog ini. Bagaimana kabar rekan2 QHSE semua? semoga tetap diberikan keselamatan, kesehatan, rejeki dan segala nikmat Allah lainnya.

Setiap orang, tentunya mengharap tahun 2013 ini lebih baik dari tahun 2012 baik secara karir, penghasilan, ilmu dan lainnya. Harapan / keinginan kita itu, akan menjadi target yang harus diusahakan untuk dicapai. Untuk mengevaluasi target atau sasaran, kita pun harus membuat indikatornya untuk melihat tingkat keberhasilan dalam merealisasikan target. Contoh sederhannya , Target tahun 2013 : Menabung minimal 20% dari gaji bulanan. Nah , Indikator target tersebut adalah % uang gaji yang berhasil ditabungkan per bulannya. Jika tabungan per bulan > 20% dari gaji, berarti target kita tercapai. Namun, jika tabungan per bulan < 20% dari gaji, berarti target kita tidak tercapai.

Sama juga dalam penerapan sistem manajemen lingkungan perusahaan. Harus ada target lingkungan yang ditetapkan. Tujuan dari target lingkungan biasanya : 1). Mengurangi Tingkat Pencemaran baik udara, air atau tanah dan 2). Efisiensi dalam Penggunaan Sumber Daya Alam seperti Listrik, Air, Kertas, BBM. Nah, dalam menetapkan target atau sasaran lingkungan ada yang namanya Indikator Lingkungan. Jenis ukuran indikator kinerja lingkungan secara umum terdiri dari 2 golongan yaitu (GEMI, 1998):

1.    Indikator Lagging yaitu ukuran kinerja end-process, mengukur output hasil proses seperti jumlah polutan dikeluarkan.

Jenis indikator yang sudah banyak dikenal yaitu indikator lagging, seperti jumlah limbah yang dihasilkan, dll. Manfaat utama menggunakan indikator jenis ini adalah mudah digunakan dan mudah dimengerti. Kerugian utamanya adalah sesuai namanya yaitu indikator tertinggal (lag), mereka mencerminkan situasi dimana aksi korektif hanya dapat diambil setelah kejadian, dan bahkan setelah memakan biaya tertentu, apakah itu denda atau turunnya citra perusahaan akibat keluhan dari masyarakat. Indikator ini juga tidak mengidentifikasi akar penyebab defisiensi dan bagaimana kejadiannya dapat dicegah. Efek dari tindakan korektif tidak akan muncul hingga hasilnya tahun depan, sehingga ukuran kinerja akan terasa terlambat.

2.     Indikator Leading yaitu ukuran kinerja in-proses,

Jenis indikator kedua yaitu indikator leading atau indikator in-process, adalah yang mengukur implementasi prosedur yang dilakukan, atau mengukur faktor apa yang diharapkan membawa pada perbaikan kinerja lingkungan. Contohnya, daripada memakai jumlah denda, indikator leading-nya adalah jumlah audit pemenuhan lingkungan dan kesehatan dan keselamatan yang diadakan selama setahun. Manfaat utama jenis ukuran ini adalah aksi koreksi seringkali dapat diambil sebelum kejadian defisiensi muncul yang mengurangi kinerja lingkungan. Sayangnya, indikator leading seringkali sulit dihitung (beberapa bahkan cenderung kualitatif daripada kuantitatif), dan hasilnya tidak mendapat perhatian dari para pemegang saham (termasuk publik).

Perbedaan keduanya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Karena pertimbangan diatas, banyak perusahaan memakai kombinasi keduanya.

Pengukuran_Kinerja Lingkungan_005

Nah, apa saja contoh2 indikator kinerja lingkungan yang biasa digunakan di perusahaan2 Amerika. Simak daftar tabel berikut. :

Pengukuran_Kinerja Lingkungan_006

Untuk lebih lengkap mengenai Indikator Kinerja Lingkungan, rekan2 dapat membaca panduan mengenai Evaluasi Kinerja Lingkungan dalam SNI ISO 14031 : 2009. Jika berminat softfile-nya, dapat menghubungi ke : andy_wahyudin@yahoo.com. Maaf, lagi ngga sempet upload hari ini🙂

Moga Bermanfaat,

Andi Wahyudin

Nb:

Sesuai dengan permintaan rekan2 QHSE yang mengunjungi blog abunajmu.wordpress.com, maka softfile SNI ISO 14031:2009 dapat didownload mulai tanggal 02 November 2013 disini.

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: