c. OHSAS / SMK3

Visual Management for OHSMS

Assalamualaikum… gimana kabar rekan2 semua ???

Cukup lama juga , lebih dari 2 minggu… ngga ngisi blog abunajmu.wordpress.com ini…maklumlah, selain kesibukan kerja, kuota internet 2 GB senilai 80 rb / bulan sudah habis seminggu yang lalu… sehingga jarang online…Kelihatannya aku harus nambah kuota lebih besar lagi nih…🙂

Kali ini, aku coba share mengenai topic “ Visual Management for OHSMS “ … maksudnya manajemen visual untuk Sistem Manajemen K3… Saya yakin istilah ini masih asing buat rekan2 semua…yah,Istilah Visual Management sendiri, aku kenal ketika ada project di perusahaanku untuk membuat BPR (Bussiness Process Redesign)… sebenarnya maksud visual management tersebut apa?, aku ngga faham2 amat karena ketika project tersebut berjalan, aku terlambat gabung ke dalam team dan sekarang project pun project lagi off dan belum rampung…yang aku tahu, visual management itu, intinya…menampilkan kinerja perusahaan dalam suatu papan yang dipasang di kantor…sehingga mudah untuk cepat dilihat / diakses… misal pencapaian produksi per bulan digambarkan dalam grafik yang  tertulis dalam papan tersebut…

Nah, dari inspirasi pekerjaannya di BPR Project… aku teringat bahwa di perusahaan2 yang sudah menerapkan OHSMS/SMK3 atau juga sebuah project misal membangun gedung, biasanya manajemen setempat membuat papan / board yang berisi performance / kinerja K3… Berikut contoh gambarnya :

ohs performance board

Menurut saya… gambar diatas merupakan implementasi dari Visual Management untuk OHSMS / SMK3… OHS Performance Board tersebut, sangat bermanfaat untuk mencapai sasaran / target perusahaan dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan selamat dari kecelakaan kerja… Papan itu sendiri berisi mengenai kondisi terkini kinerja K3 berupa sudah berapa jam kerja / hari kerja dipabrik / project tersebut BEBAS DARI KECELAKAAN KERJA…atau ZERO ACCIDENT

Papan biasanya dipasang di pintu masuk pabrik / project…sehingga setiap hari seluruh karyawan ketika masuk kerja akan melihat papan tersebut … hal ini tentunya, akan menimbulkan semangat bersama untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan selamat dari kecelakaan kerja… Semakin besar jumlah hari / jam tanpa kecelakaan kerja berarti kinerja K3 semakin baik… seluruh karyawan akan bersemangat membuat rekor untuk kinerja K3 yang terbaik… Alangkah baiknya, manajemen setempat selain menetapkan target rekor, juga berjanji memberikan apresiasi/ penghargaan … misal jika tercapai 1.000.000 jam kerja, zero accident…Manajemen akan memotong kambing / lembu sebanyak 50 ekor untuk syukuran…hehehehe…ini sih contoh saja… balancing antara reward dan punishment itu kan perlu…apresiasi / reward tersebut akan memberi motivasi kepada seluruh karyawan untuk peduli K3… karena yang harus sangat ditekankan bahwa K3 bukan hanya tanggungjawab HSE Officer / Manager saja… tetapi tanggungjawab bersama seluruh karyawan dan pihak manajemen…

Yah, itu saja artikel dari saya kali ini…Mungkin teman2 ada yang bertanya-tanya, bagaimana sih Kriteria Zero Accident itu…??? Apa benar2 tidak ada kecelakaan??? Nantikan episode berikutnya saja di blog ini,ya…😉

Terima Kasih,

Andi wahyudin

Spesialist for SHEQ of Plantations

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: