c. Rubber Factory

Baku Mutu Limbah Cair Karet

Dalam kesempatan malam ini, aku akan sedikit mengulas mengenai limbah cair industri karet alam. Aku sendiri telah bekerja di pabrik karet, hampir 7 tahun di bagian QC/QA. Pemantauan kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah / IPAL Pabrik Karet menjadi salah satu tanggung jawabku.

Pabrik Karet di PT. Bakrie Sumatera Plantations Kisaran Sumatera Utara dimana aku bekerja sekarang, memang “Unique“. Hal ini karena ada 3 plant pengolahan utama yang menghasilkan produk karet yang berbeda.

1. Crumb Rubber I Plant

Bahan baku : lateks                       —————————> Produk : SIR 3L dan 3CV.

Bahan kimia untuk proses berupa : Formic Acid, SMBS

2. Crumb Rubber II Plant

Bahan baku : cuplum, coagulum   —————————> Produk : SIR 10/10VK dan SIR 20/20VK

Bahan kimia untuk proses berupa : HNS, Oxalic Acid untuk SIR 10VK/20VK

3. Centrifuge Lateks Plant

Bahan Baku : lateks                       —————————> Produk : Lateks Pekat

Bahan kimia untuk proses berupa : NH3, Lauric Acid

Karakteristik Air Limbah Karet

Pada proses pengolahan karet remah / crumb rubber, tergolong proses basah yang memerlukan air hampir pada setiap proses. Apalagi jika mengolah bahan baku dari karet rakyat, disebabkan tingginya kadar kotoran dalam bahan baku, pengolahan low grade ini memerlukan air yang lebih banyak daripada yang diperlukan untuk pengolahan high grade.

Air untuk proses pengolahan karet remah, sebagian besar digunakan untuk pembersihan dan penggilingan. Untuk proses pengolahan karet remah dibutuhkan air sebanyak 40 m3/Ton Karet. Pada umumnya air limbah pabrik karet remah bersifat asam dengan pH 5.5 – 6. . Hal ini disebabkan pemakaian asam asetat atau asam format untuk proses penggumpalan lateks.

Untuk pengolahan lateks pekat, pemekatan lateks bahan baku dari DRC 28 – 35 % menjadi DRC produk lateks pekat 60% menghasilkan air limbah yang cukup banyak keluar menuju IPAL termasuk proses pencucian separatornya.

Adapun baku mutu limbah cair karet sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no.Kep-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri Lampiran B.VI.

Limbah Cair Karet

Bagi Industri yang memiliki pabrik karet remah ataupun lateks pekat dalam satu tempat dengan 1 IPAL, maka baku mutu limbah cair yang digunakan adalah baku mutu yang lebih ketat,

Terima Kasih,

Andi wahyudin

Spesialist for SHEQ of Plantations

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

4 thoughts on “Baku Mutu Limbah Cair Karet

  1. Salam kenal Bapak Andi,
    terima kasih untuk informasinya, kebetulan saya juga bekerja di perusahaan Crumb Rubber,
    informasi ini berkaitan dengan apa yang sehari hari saya lakukan sebagai SHE.
    🙂

    Posted by Bagas Triyatmojo | 16 Desember 2013, 6:06 am
  2. salam kenal pak andy wahyudin

    terima kasih info yang sangat berharga pak, kebetulan saya baru tahun 2013 april, berkecimpung di dunia criumb rubber dan rss, sebelumnya saya mengetahui secara umum sewaktu internal auditor.
    kalau bapak ada waktu bole dong sering…?.

    rgds

    hasan ansari.
    081370229368.

    Posted by hasan ansari | 16 Januari 2014, 1:15 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: