c. Rubber Factory, d. Palm Oil Mill

Baku Mutu Emisi Genset

98 Diesel Genset

Assalamualaikum…Gimana kabarnya rekan-rekan SHEQ dimana pun berada? Semoga selalu dalam keadaan sehat, selamat dan penuh kebarokahan hidup. Di awal April 2013, saya mau share tentang Baku Mutu Emisi Genset. Sebelumnya, kita coba review dulu pengetahuan mengenai Genset.

Genset adalah singkatan dari Generating Set. Fungsi genset ialah alat untuk membangkitkan tenaga listrik. Tenaga listrik yang dihasilkan didapat dari pengubahan tenaga mekanik menjadi tenaga listrik. Di dunia industri, genset dimanfaatkan sebagai pengganti listrik / cadangan jika terjadi pemadaman listrik yang disediakan pihak Pembangkit Listrik Negara atau PLN.

Baik di Pabrik Kelapa Sawit dan Pabrik Karet memiliki mesin genset. Fungsi genset di Pabrik Karet untuk cadangan suplai listrik jikalau listrik PLN mati. Sedangkan fungsi genset di Pabrik Kelapa Sawit adalah :

  1. Sebagai engine cadangan untuk melakukan start awal pengolahan dalam pengoperasian boiler sebelum turbin beroperasi.
  2. Membantu meringankan beban pada saat tekanan boiler turun.
  3. Menampung beban pengolahan pada akhir proses dimana turbin akan stop.

Dalam implementasi Sistem Manajemen Lingkungan, pengujian emisi genset merupakan salah satu kegiatan dalam pemantauan dan pengukuran lingkungan. Hal ini dikarenakan bahan bakar genset menggunakan solar yang mana penggunaan cenderung mendatangkan efek tidak baik karena dapat memicu timbulnya gas karbon dioksida yang berpotensi menyebabkan timbulnya polusi serta pencemaran lingkungan.

Baku mutu emisi genset tertuang dalam Permen LH no 21 Thn 2008 – Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Thermal. Penggunaan genset menjadi salah satu bagian dari kegiatan Pusat Listrik Tenaga Diesel yang selanjutnya disingkat PLTD. PLTD adalah suatu kegiatan yang memproduksi tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar cair (minyak) yang menghasilkan tenaga berupa gas  hasil pembakaran  udara  terkompresi  yang  digunakan untuk  mengubah  energi  gerak Luncur  Piston  menjadi energi  putar pada poros engkol yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin  yang  seporos dengan generator  sehingga  membangkitkan tenaga listrik.

Berikut adalah Baku Mutu Emisi Genset.

Lampiran IVA Permen LH no 21 Tahun 2008

Baku Mutu Emisi Genset 1VA

Lampiran IVB Permen LH no 21 Tahun 2008

Baku Mutu Emisi Genset IVB

Nah, kok ada dua standar Baku Mutu Emisi Genset ? yang mana harus digunakan?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat dilihat di Pasal 5 sebagai berikut :

Pasal 5

Bagi  usaha  dan/atau  kegiatan  unit  pembangkit  tenaga  listrik  termal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) yang:

a. telah beroperasi sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri ini, berlaku baku mutu emisi sebagaimana tercantum dalam Lampiran A.

b. perencanaannya disusun sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri ini dan beroperasi setelah ditetapkannya  Peraturan Menteri ini, berlaku baku mutu emisi sebagaimana tercantum dalam Lampiran A dan wajib memenuhi Baku Mutu Emisi sebagaimana tercantum dalam Lampiran B paling lama tanggal 1 Januari 2015;

c.   perencanaannya    disusun    dan    beroperasi    setelah    ditetapkannya Peraturan Menteri ini berlaku   baku mutu emisi sebagaimana tercantum dalam Lampiran B.

Semoga bermanfaat.

Terima Kasih,

Andi wahyudin

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

14 thoughts on “Baku Mutu Emisi Genset

  1. hallo pak…salam kenal.
    Pernah tau gak pak, kalau proper menggunakan baku mutu emisi untuk usaha minyak dan gas bumi yang diatur dalam Permenlh No 13 tahun 2009…Kalau KLH aja salah menerapkan peraturan, rasanya mengesalkan, kita belajar aturan yang ada….suka-suka lu pade aja deh pemerintah…..

    Posted by sollcup | 9 Februari 2014, 6:46 am
  2. Permen LH no. 13 tahun 2009 adalah untuk mengatur tentang berapa kali genset diuji, silakan anda lihat peraturannya….namun jika di dokumen lingkungan anda menyatakan pengujian genset setiap 6 bulan sekali..ya udah itu yang dipakai…

    Posted by Abu Nayifah | 10 Juni 2014, 3:51 am
    • Untuk pemantauan sumber emisi dalam Peraturan Menteri no 06 Tahun 2013 – PROPER menyebutkan bahwa “ Untuk sektor yang belum mempunyai baku mutu spesifik mengacu kepada baku mutu Amdal atau UKL-UPL, jika dokumen Amdal atau UKL-UPL tidak mencantumkan baku mutu maka menggunakan baku mutu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 1995 Lampiran V huruf B., kecuali genset mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 Lampiran I huruf a.”

      Posted by andi wahyudin | 10 Juni 2014, 4:34 am
  3. halo semuanya,
    kalau untuk industri garment, ketentuan mengenai pengujian emisi genzet diatur dimana ya?
    kalau permen13 tahun 2009 apakah hanya mengatur emisi di bidang usaha migas saja?
    pengetahuan saya mengenai emisi blm ada, terimakasih atas infonya

    Posted by rindhi | 11 Juli 2014, 9:32 am
  4. Kalo analisa baku mutu genset ada 5 parameter, ternyata 1 parameter di atas ambang batas, bagaimana nilai propernya apakah 80% atau langsung 0% ?

    Posted by adam | 20 Juli 2014, 7:24 am
  5. info yg menarik, keep posting🙂

    Posted by jual genset | 10 Oktober 2014, 3:36 am
  6. Selamat Siang semuanya,.. mau nanya nih siapa yang tahu, tolong dijawab, mohon bantuannya ya,…
    Saya dapat ini dari materi PROPER, sumber http://skpd.batamkota.go.id/dampaklingkungan/files/2014/09/3.-KRITERIA-UDARA-2014-rev.pdf. yang mau saya tannyakan ini sumbernya dari peraturan mana ya? saya cari kok gak ketemu. terima kasih.
    4.Sumber emisi tidak wajib dipantau:
    a.Internal Combustion Engine(Genset,Transfer Pump Engine) :
    •kapasitas < 100 HP (76,5 KVA); atau
    •beroperasi < 1000 jam/ tahun; atau
    •yang digunakan untuk kepentingan darurat, kegiatan perbaikan, kegiatan pemeliharaan < 200 jam/ tahun;
    b.Exhaust Laboratorium Fire Assay;

    Posted by kris | 10 November 2014, 7:05 am
  7. kalau kapasitas genset kecil, sebaiknya diuji berapa kali yaa?karna genset juga jarang dipakai juga

    Posted by meliana | 11 November 2014, 2:15 am
  8. Untuk genset dengan output 5 KW yang digunakan untuk pengelasan dan dalam setahun beroperasi kurang dari 200 jam apakah tidak wajib pantau seperti yang tertulis di lampiran II Permen LH 06 tahun 2013 ttg Proper. Thank

    Posted by basuki K | 11 November 2014, 9:28 am
  9. tolong di update dong agar jangan salah persepsi……………….

    Posted by yan | 1 April 2015, 3:59 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: