c. OHSAS / SMK3

RAPAT P2K3 YANG EFEKTIF

Assalamualaikum…

Tak terasa sudah lama ngga update blog ini. Mudah2an, tetap diberikan keistiqomahan dalam berbagi pengetahuan kepada rekan2 QHSE dimana pun berada. Kali ini, saya mau posting tentang P2K3. Tentunya rekan2 QHSE sudah mengetahui P2K3 ? Yah…P2K3 kependekan dari Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Saya juga sudah pernah posting artikel P2K3 yang bisa dibaca kembali disini. Oke, langsung saja,ya….

P2K3 sesuai peraturan perundangan diwajibkan untuk melakukan rapat P2K3 secara regular. Pelaksanaan rapat yang efektif turut pula mempengaruhi keefektifan dari P2K3 di tempat kerja. Agar pelaksanaan rapat P2K3 dapat berjalan efektif maka beberapa masalah yang muncul terkait dengan pelaksanaan rapat P2K3 harus ditangani. Berikut ini pembahasan beberapa masalah umum yang timbul dalam rapat P2K3 dan alternatif solusi pemecahannya.

1. Agenda pembahasan rapat tidak jelas
• Tetapkan agenda rapat sebelum pelaksanaan rapat
• Agenda meliputi agenda item yang belum selesai, agenda rutin dan agenda baru atas permintaan peserta rapat.
• Peserta rapat diinformasikan sebelumnya mengenai agenda rapat.

2. Rapat berjalan monoton dan peserta rapat tidak merespon
• Peserta sudah tahu agenda rapat sebelumnya
• Setiap anggota rapat telah dilatih mengenai tugas dan tanggung jawabnya
• Alokasi tanggung jawab setiap anggota P2K3 mengenai pelaksanaan program kerja P2K3
• Sediakan waktu untuk kegiatan presentasi (baik internal/eksternal) mengenai topik-topik K3 terbaru. Untuk topik K3 bisa dibaca di postingan saya disini. Klo saya menyebut agenda ini sebagai Sharing Knowledge Session
• Tugaskan setiap anggota untuk presentasi mengenai topik K3 di masing-masing unitnya

3. Alokasi waktu rapat P2K3 tidak mencukupi untuk pembahasan seluruh agenda rapat
• Prioritaskan agenda rapat yang akan dibahas, dahulukan agenda yang bersifat penting / urgent. Pastikan peserta rapat telah mendapatkan informasi agenda sebelum pelaksanaan rapat. Pastikan seluruh anggota rapat hadir tepat waktu
• Bila diperkirakan tidak semua agenda dapat diselesaikan, tentukan waktu rapat khusus untuk pembahasannya

4. Rapat didominasi oleh salah satu peserta rapat
• Ketua rapat harus mengatur jalannya rapat dan mengalokasikan waktu yang cukup untuk semua peserta menyampaikan pendapatnya
• Usahakan jumlah anggota P2K3 tidak terlalu banyak
• Jika ketua rapat mendominasi, lakukan rotasi giliran yang akan menjadi pimpinan rapat P2K3
• Tetapkan kode etik dan aturan rapat yang jelas dan dipahami oleh seluruh anggota P2K3

5. Hasil rapat tidak jelas dan tindakan tindak lanjut tidak dilakukan
• Pastikan semua rekomendasi rapat dicatat dan didokumentasikan. Distribusikan notulensi rapat ke seluruh anggota rapat
• Rekomendasi yang tidak dijalankan oleh anggota P2K3 akan dibahas dalam rapat selanjutnya dan personil tersebut harus menjelaskan kepada seluruh anggota alasan mengapa rekomendasi tidak diimplementasikan
• Pihak manajemen/ketua P2K3 harus melakukan evaluasi terhadap kinerja P2K3

Berikut saya tampilkan contoh surat undangan rapat P2K3 yang biasa saya buat.

Contoh Surat P2K3

Semoga bermanfaat,

Andi wahyudin

QHSE Officer PT. BSP

Sources :

https://www.facebook.com/notes/alumni-star-safety-balikpapan/rapat-p2k3-yang-effektif/117389214331

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: