a. Rubber Plantation

Kesiapan & Tanggap Darurat Banjir

Assalamualaikum rekan2 QHSE…
Pada awal November ini, saya mau posting topik ” Kesiapan & Tanggap Darurat Banjir “. Topik ini saya pilih sesuai dengan kondisi actual yakni musim penghujan yang mulai datang di bulan-bulan yang katanya berakhiran BER (OktoBER, NovemBER dan DesemBER). Ya..Musim penghujan tentunya harus kita waspadai. Hal ini terkait dengan potensi bahaya banjir yang bisa melanda tempat kerja kita.

Seperti foto-foto di bawah ini…adalah banjir yang melanda perkebunan Sei Baleh PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk Kisaran di akhir Oktober 2013 akibat meluapnya sungai yang akhirnya menggenangi area kebun dan kantor.

Banjir di area Gudang Estate

Banjir Sei Baleh1Banjir Menggenangi Kantor Estate

Banjir Sei Baleh2Banjir Menggenangi Kebun Karet

Banjir Sei Baleh4

Nah, tentunya kondisi banjir tersebut harus kita sikapi dengan menjalankan SOP ( Standar Operating Procedure ) yang baik sehingga dapat meminimalkan kerugian yang terjadi.

Dalam Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 Klausul 4.4.7 Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat, kita diminta untuk membuat SOP kondisi tanggap darurat seperti kebakaran, pencemaran B3 dan banjir.

Klausul 4.4.7 ISO 14001

Berikut saya berikan contoh SOP Tanggap Darurat Banjir :

1. Bila terjadi bencana alam banjir yang datang secara perlahan-lahan, semua karyawan harus mengamankan lingkungan sekitarnya dari kemungkinan bahaya banjir yang lebih besar, yang dapat terjadi, disamping harus memperhatikan keselamatan dirinya, misalnya :

a. Menyingkirkan benda-benda, sampah atau apapun yang dapat menghambat / menyumbat jalannya air.
b. Mematikan arus listrik dari kabel atau alat yang mungkin dapat terendam air.
c. Memindahkan file atau dokumen dengan jarak 30 cm atau lebih tinggi dari lantai sebelum meninggalkan ruangan.

2. Bila hal tersebut tidak bisa ditangani sendiri, minta bantuan orang lain atau yang berwenang.

3. Untuk menunggu keadaan selanjutnya, Kepala Bagian harus memonitor dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan lainnya di lapangan dengan meminta bantuan kepada bawahannya.

4. Bila keadaan bertambah buruk dan menjurus kepada keadaan darurat maka lakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat yang sesuai.

5. Ketua Tim Tanggap Darurat bertanggung jawab membuat laporan terjadinya banjir termasuk kerusakan bila ada kepada pihak-pihak yang terkait.

Semoga bermanfaat,
Andi wahyudin
QHSE Officer – BSP

# Terima Kasih untuk rekan saya Pa Isnadi Team Leader Afdeling Sei Baleh yg telah berkontribusi dengan foto2nya.

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: