a. ISO 9001

Tahapan Sertifikasi ISO 9001:2008

Assalamualaikum wr. Wb.
ISO 9001Bagaimana kabar rekan2 QHSE di awal febuari 2014 ? Semoga selalu dalam naungan kebahagiaan tanpa kesedihan dan air mata, ya.. hehehe… ( maklum, awal tahun di negara kita ini , banyak musibah… dari mulai banjir dimana-mana, gunung meletus di sumatera utara, longsor dan gempa kebumen ). Semoga rekan2 QHSE, tetap diberikan kesehatan dan keselamatan dari mara bahaya tersebut. Amin.Pada kesempatan ini, saya mo posting topik tentang tahapan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Pada intinya, sebenarnya tahapan ini, bukan hanya untuk ISO 9001:2008 saja. Namun, dapat digunakan untuk sertifikasi sistem yang lainnya seperti ISO 14001:2004, OHSAS 18001 : 2007, SMK3 dan lainnya . Langsung saja untuk  menyimak,ya…

1. Memperoleh komitmen dari Top Management
Karena proses sertifikasi perlu mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

2. Penunjukan Management Representative ( MR ) dan Membentuk Steering Commitee ( team kerja ISO )
Steering Commitee mempunyai tugas membantu MR memantau proses di organisasi agar sesuai dengan persyaratan ISO.

3. Melakukan Pelatihan terhadap semua anggota organisasi dan semua level
Untuk pelatihan yang di sarankan :
• ISO 9001:2008 Awareness
• Document Control
• Internal Auditor Training ISO 19011:2011
• Lead Auditor ISO 9001:2008 Training
• MR training

4. Melakukan Peninjauan kondisi sekarang / aktual di organisasi. ( GAP Analysis )
Tujuannya untuk menganalisis proses dan prosedur yang selama ini sudah berjalan untuk diketahui seberapa besar ‘gap’ antara proses yang sudah berjalan dengan yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008. Hasil dari gap analysis digunakan sebagai bahan untuk membenahi sistem manajemen mutu di organisasi tersebut.

5. Penyusunan Dokumen berupa misi visi, kebijakan, manual, prosedur , instruksi kerja sampe dengan formulir (bisa dibantu konsultan atau dikerjakan sendiri oleh perusahaan )

6. Implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM)
Implementasi dapat dilakukan min 2-3 bln.

7. Melakukan Audit SMM dan Proses Corrective Actionnya

8. Manajemen Review & Memperbaiki Kelemahan

9. Memilih Badan Sertifikasi
Pucuk pimpinan dan MR melakukan pertemuan untuk melakukan pemilihan Badan Sertifikasi yang akan dipakai. Pemilihan Badan Sertifikasi dilakukan berdasarkan pertimbangan kredibilitas Badan Sertifikasi, keuangan dan biaya pemeliharaan sistem dan sertifikat, kesiapan sistem manajemen mutu di perusahaan, dan sistem audit oleh Badan Sertifikasi.

10. Audit Stage 1 oleh Badan Sertifikasi (dokumentasi)
Temuan ( Nonconformity ) harus dilakukan tindakan perbaikannya (Corrective Action)

11. Audit Stage 2 oleh Badan Sertifikasi (implementasi)
Temuan ( Nonconformity ) harus dilakukan tindakan perbaikannya (Corrective Action)

12. Penyerahan Sertifikat oleh Badan Sertifikasi

Demikian sekilas tahapan sertifikasi ISO 9001:2008. Monggo jika ada rekan2 QHSE yang mau menambahkan artikel diatas,bisa komen…🙂

Semoga bermanfaat,
Terima Kasih
Andi Wahyudin

Referensi : kompilasi dari berbagai sumber di Internet

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: