c. OHSAS / SMK3

Tingkatan Budaya K3

Semakin tinggi nilai dari Tingkat budaya K3 relatif (Overall Relative Culture Strength) maka semakin rendah angka kecelakaan . Semakin rendah tingkat budaya relatif maka akan semakin tinggi nilai kecelakaan. Nilai budaya k3 adalah berbanding terbalik dengan jumlah kecelakaan yang terjadi di tempat kerja.

Untuk memudahkan kita dalam memahami konsep Budaya K3, DuPont telah membuat DuPont Bradley Curve.

bradley-curve-final

Dalam kurva tersebut, DuPont telah membagi tingkatan Budaya K3 ke dalam 4 tahap yang meliputi:

1. Reactive. Perusahaan ini menangani Isu K3 hanya bermodalkan “insting alam” saja. Mereka hanya berfokus kepada kepatuhan (compliance) daripada budaya K3 yang kuat. Tanggung jawab dari K3 hanya berfokus kepada Manager K3 dan mereka memiliki komitmen yang sangat rendah mengenai isu K3.

2. Dependen. Ketika sudah ada komitmen manajemen dari perusahaan, supervisor umumnya akan bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan dan mengawasi penerapan K3 terhadap masing-masing dari bawahannya. Perhatian kepada K3 telah dikondisikan kepada karyawannya tetapi lebih dengan menekankan ketakutan dan disiplin terhadap peraturan dan prosedur. Perusahaan-perusahaan tersebut sudah memberikan karyawannya pelatihan terkait dengan K3.

3. Independen. Perusahaan dalam tahap ini sudah menekankan pengetahuan individu terkait dengan Isu K3, metode K3, komitmen K3 serta standar K3. Manajemen K3 ditekankan dan diinternalisasi melalui nilai-nilai personal serta peduli terhadap diri sendiri. Perusahaan dalam tahap ini akan terlibat aktif dalam penerapan, pembiasaan, pengakuan terhadap K3 dari masing-masing individu.

4. Interdependen. Perusahaan dalam tahap ini terlibat aktif dalam membantu orang lain untuk melaksanakan K3. Lebih cocoknya, mereka menjadi “Penjaga Orang Lain” (Others keepers) karena mereka telah bisa menjaga diri sendiri. Mereka berkontribusi kepada jaringan K3 dan memiliki kebanggaan kuat terhadap usaha K3 yang mereka lakukan

Sebagai Profesional K3, konsep Budaya K3 ini sangat penting untuk dipahami karena dengan konsep ini kita bisa menaikkan level K3 kita. Dari sebelumnya mungkin semua pekerjaan K3 hanya ada di Departemen K3, dengan adanya kurva ini, kita bisa mencoba untuk menjadikan K3 sebagai kebanggaan bersama. K3 tidak hanya sebatas emblem di baju, slogan, atau hanya sebagai alat untuk menaikkan kesejahteraan kita saja, lebih jauh daripada itu, K3 bisa menjadi sebab keluarga kita tetap lengkap karena kepala keluarganya bekerja dengan aman dan sehat.

Nah, di mana tingkat Budaya K3 perusahaan Anda?

Salam K3,

Andi Wahyudin

Sumber : copas dari hse Indonesia

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: