3. QHSE Opinion

Menangani Kasus Kecelakaan Kerja

garis+polisiPada milis K3, aku membaca sebuah pertanyaan tentang bagaimana cara “Menangani Kecelakaan Kerja Perusahaan” agar prosedur tetap jalan dan penanganan KK (Kecelakaan Kerja), utamanya tentang pengelolaan informasi kejadian, dapat berjalan dengan baik.

Sebagai seorang yang sering terlibat dalam penanganan kasus KK, maka biasanya yang sering kujumpai adalah bagaimana caranya agar menghindari berita kasus KK tersebut agar tidak sampai ke institusi polri atau mass media.  Mungkin sama dengan kejadian sehari-hari di kehidupan kita, bila sedang berbuat salah, maka yang berbuat salah selalu mencoba menutup-nutupi kejadian atau bahkan menyembunyikan serapat mungkin kesalahan itu. Yang dipikirkan adalah bagaimana membuat kesalahan itu hanya diketahui oleh dia sendiri dan tidak pernah ada niatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.

Konsep tersebut didasarkan pada suatu pendapat, bahwa makin sedikit yang tahu kejadiannya akan makin baik, dengan demikian dia dapat fokus untuk mengelola kasus KK secara lebih baik. Namun yang terjadi adalah sebuah pelajaran yang menunjukkan bahwa yang berbuat salah tidak peduli dengan kesalahannya, sehingga kejadian kesalahan itu bisa saja terjadi lagi dengan skala yang lebih besar.

Pengalamanku berkata, bahwa sepandai-pandainya menyembunyikan berita KK, tetap saja institusi POLRI dan mass media akan menemukan beritanya. Apa akibatnya bila terjadi seperti itu ?

Yang melakukan kesalahan akan makin pusing memikirkan perbaikan kesalahan dan bagaimana menjawab pertanyaan dari POLRI maupun dari mass media yang mengharuskan dia menjawab dengan benar.

Beberapa hal yang mendasari sikap untuk menyembunyikan kejadian yang sebenarnya, biasanya karena berbagai hal, antara lain :

1. Tidak mau proses pekerjaan terhenti
2. Menghindari birokrasi
3. Takut reputasi dan track record jelek
4. Tidak suka dengan petugas dari kepolisian atau petugas medis
5. Tidak mengerti pentingnya laporan KK
6. Takut dianggap tidak disiplin
7. dll

Padahal dengan bertindak dengan benar, akan didapat hasil yang lebih bermanfaat daripada menyembunyikan diri dari fakta yang ada. Ini saranku pada teman yang bertanya :

1. Buat kronologis kejadian yang menunjukkan proses terjadinya kecelakaan kerja. Silahkan difilter sesuai kepentingan perusahaan, yang penting tidak ada informasi palsu (bohong) yang beredar, karena informasi ini bisa jadi akan diperiksa silang ke karyawan perusahaan.
2. Tentukan nama orang yang berhak memberikan keterangan pers, antara lain penanggung jawab lokasi kecelakaan kerja dan pimpinan di atasnya, sampai pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab masalah KK. Usahakan semua komunikasi berhenti sampai di penanggung jawab lokasi kejadian.
3. Lapor ke petugas yang berhak menerima laporan KK, sehingga mereka menerima laporan pertama dari kita, bukan dari pihak lain. Pihak kepolisian pasti tahu kejadian KK di lokasi kita, meskipun kita tidak melapor, sehingga lapor lebih dahulu akan lebih bagus penanganannya.
4. Bila perlu, adakan konferensi pers dengan bahan hardcopy item 1 di atas. Bila kronologis sudah jelas, maka biasanya mereka tidak akan datang lagi. Jawaban terakhir sebagai senjata pamungkas adalah “masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak yang berwajib, silahkan tunggu laporan finalnya”.
5. Jawab pertanyaan yang perlu, tidak perlu memperlebar masalah. Fokus pada kronologis yang sudah disepakati.
Kejadian KK pernah kualami beberapa tahun lalu dan setiap hari beritanya masuk koran ataupun masuk berita di internet, setelah saranku diterima dan dilakukan, maka berita koran dan internet mendadak tiodak muncul lagi. Hanya koran kecil saja yang masih memuat dengan kolom yang kecil.

Waktu itu kita adakan konferensi pers dan semua wartawan hadir pada saat itu. Semua pertanyaan dijawab dengan jelas dan semua hadirin juga diberi salinan hardcopy kronologis kejadian KK. Untuk jaga-jaga wartawan yang terlambat datang, maka semua driver dan OB (office boy) kita beri juga salinan kronologis kejadian. Siapapun yang ditanya akan menjawab dengan jawaban yang sama. Setelah kejadian konferensi pers, maka kita bisa lebih fokus untuk mencari akar permasalahan yang lebih rinci, sehingga didapat tindakan pencegahan yang lebih efektif dan efisien.

KK adalah sesuatu yang harus dihindari dan bila terjadi harus segera dilakukan penyelidikan agar didapat akar masalahnya, penyebabnya dan cara mengatasinya maupun cara mencegahnya agar tidak terulang lagi. Polri ada untuk membantu melindungi kita, bukan untuk menyusahkan kita.

Sumber : http://eeshape.com/2015/02/14/menangani-kecelakaan-kerja-perusahaan/

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: