3. QHSE Opinion

BUDAYA K3 DALAM BUDAYA JAWA

Budaya K3 dalam Budaya dan Nilai-nilai Lokal

Alon2 Asal KelakonBeberapa budaya local di Negara kita sebenarnya sudah memiliki nilai-nilai keselamatan, seperti budaya Jawa yang memiliki pepatah “gremet-gremet waton slamet” yang artinya biarpun merayap asalkan selamat, atau “alon-alon waton kelakon” yang mempunyai arti pelan-pelan asal selamat/terlaksana. Ini bukan berarti mengajarkan untuk selalu lambat, tapi makna yang mendalam dari pepatah ini adalah mengajarkan kita untuk selalu mengutamakan keselamatan (Safety First), setelah keselamatan terjamin barulah kualitas dan kuantitas dapat tercapai. Pepatah ini juga mengajarkan untuk mengerjakan sesuatu dengan dasar yang jelas, dengan cara yang selamat, efektif dan efisien dan tujuan akan tercapai dengan baik. Prinsip bekerja “alon-alon waton kelakon” tidak mengisyaratkan kita untuk santai dan berleha-leha tapi lebih mengisyaratkan kita untuk tidak terburu-buru, tergesa-gesa dan selalu waspada, silahkan saja orang lain menyalip jika memang ingin duluan, yang penting kita nikmati dulu proses optimalisasi apa yang sedang kita lakukan/kerjakan dan kita tidak perlu terlalu bernafsu mengejar yang sudah mendahului kita, karena perlahan tapi mantap lebih berarti daripada langsung tancap gas tanpa pernah menginjak rem yang akhirnya lupa untuk berhenti pada saat yang tepat dan berakhir celaka. Di Budaya Jawa juga ada beberapa pepatah lain yang bermakna keselamatan, seperti “ojo nggege mongso” yang artinya jangan mempercepat musim/ waktu, makna sejatinya adalah jangan memaksakan diri memperoleh hasil sebelum waktunya, karena yang didapat akan tidak memuaskan, janganlah mengejar atau mempercepat produksi tapi mengabaikan keselamatan, nyawa anda lebih berharga dari waktu yang anda kejar. “cagak amben cemethi tali” yang bermakna dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sulit, berbahaya, dan berat diperlukan orang yang benar- benar mumpuni/qualified, disini tersirat bahwa bahaya dalam pekerjaan harus diantisipasi dan diperlukan training bagi pekerjanya agar mumpuni. “jer basuki mawa bewa” yang maknanya untuk mendapatkan keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan hidup senantiasa diperlukan biaya, kerja keras, dan pengorbanan, begitu pula dengan K3, untuk mencapainya diperlukan investasi, tapi percayalah investasi itu akan sangat menguntungkan.

Berbicara tentang budaya K3 sangat menggugah kita untuk lebih mengutamakan keselamatan dari semua. Namun sayang banyak sekali yang berpendapat kalau di Indonesia kesadaran tentang Budaya K3 sangat rendah padahal kalau kita telaah dan belajar tentang budaya Indonesia akan banyak kita temukan pelajaran tentang arti pentingnya SAFETY FIRST jauh sebelum kata kata ini muncul kali. Salah satunya adalah budaya orang jawa (maaf karena saya orang jawa) banyak ajaran ajaran dari nenek moyang kita tentang Safety First salah satunya :

  1. Tak sangoni slamet (saya doakan /berikan restu selamat)

Satu kata yang menurut saya sangat sederhana namun mengena, kadang ketika kita akan bepergian baik kerja, merantau, atau melakukan suatu kegiatan sering kita (adat ketimuran) meminta ijin pada orang tua. Satu petuah yang sering terucap adalah “TAK SANGONI SLAMET” Artinya bahwa bukan harta atau limpahan uang yang diharapkan orang tua kita tapi Keselamatan diri kita ketika kembali kerumah. Bukankah dalam ilmu Safety ditekankan Keselamatan adalah segalanya?

  1. Alon alon asal klakon (pelan pelan asal selamat)

Peribahasa yang menurut sebagaian orang identik dengan “lambat” ; “kurang gesit”; “tidak produktif” namun kalau kita cermati banyak benarnya juga apapun yang akan kita kerjakan kalau dilakukan dengan kehati hatian, tidak tergesa gesa, dengan penuh perhitungan pasti akan tercapai juga apa yang diharapkan plus tidak ada ada hambatan dalam pengerjaan. Jangan selalu ditekankan Produksi first dan keselamatan diabaikan bukan hasil yang didapat tapi kegagalan yang muncul.

  1. Sluman slumen slamet

Dalam analogi pikiran kita setiap pekerjaan pastilah ada suatu Resiko yang ditanggung, namun semua resiko itu bisa kita kurangi atau tidak akan terjadi jika kita mengerjakannya dengan penuh perhatian dan teliti. Terlepas dari semua itu kadang juga resiko tersebut datangnya tidak terduka dan tiba tiba kalau sudah seperti itu SLUMAN SLUMUN SLAMET yang terpenting adalah keselamatan diri kita.

  1. Ojo dumeh (jangan Sombong)

Jangan sombong akan kemampuan diri kita. Walaupun kita sudah mahir tetap semua harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Urut urutan pekerjaan; langkah pekerjaan; harus secara detail kita lakukan. Kadang kala kita lupa kesembronoan (lalai) yang mungkin awalnya hanya sedikit atau kecil dan merasa kita sudah biasa melakukan ada beberapa langkah yang dilewati akhirnya apa yang tidak kita harapkan bisa aja terjadi

  1. Ing Ngarso Sung Tulodo

Menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya. Ing Madyo Mbangun Karso seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Tutu wuri Handayani seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat.

Saya jadi teringat sebuah buku SAFTEY LEADERSHIP Bahwa keberhasilan suatu budaya K3 diperusahaan akan sangat besar sekali pengaruhnya kalau Puncuk Pimpinan tertingginya sangat care dan peduli akan K3. Kalau pimpinan memberikan contoh yang baik cara berperilaku K3 pastilah yang dibawahnya akan nurut dan mendukung serta mmengikutinya.

Mungkin itu saja coretan saya tentang Filosofi Jawa dalam Budaya K3 mungkin banyak kurangnya atau salahnya yah namanya juga masih baru dalam dunia K3, Tidak ada kata terlambat untuk memulai kan KALAU TIDAK SEKARANG KAPAN LAGI KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI (hehehe kayak jargon Kampaye pemilu aja) Bagaimana pendapat rekan rekan?

Tulisan dari Budhi Setiyawan Supervisor HSE 

About andi wahyudin

Spesialist for Quality , Health, Safety & Environment ( QHSE) Rubber & Palm Oil Plantations

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: